Mengenal Investasi Reksadana Yukk
  Dec 26, 2013   Muhammad Wendy TH
image

Reksadana terdiri dari 2 kelompok, reksadana terstruktur dan reksadana konvensional. Di Indonesia, reksadana konvensional lebih dikenal oleh masyarakat. Reksadana konvensional terdiri dari 4 jenis reksadana yang berbeda dari komposisi portfolio investasi, tingkat resiko dan jangka waktu dari investasi tersebut.

  1. Reksadana Pasar uang biasanya menginvestasikan dananya di produk-produk pasar uang seperti deposito, surat hutang jangka pendek yang memiliki resiko rendah. Reksadana jenis ini lebih cocok digunakan untuk tujuan jangka pendek (< 1 tahun).
  2. Reksadana Pendapatan Tetap menggunakan produk-produk investasi yang memiliki return yang cukup stabil seperti obligasi. Tujuan-tujuan jangka menengah (1-3 tahun) biasanya lebih cocok dicapai dengan menggunakan reksadana ini.
  3. Reksadana Saham merupakan reksadana yang memiliki resiko paling tinggi karena sebagian besar portfolionya terdiri dari saham. Makanya lebih baik berinvestasi di reksadana saham untuk tujuan jangka panjang (> 5 tahun).
  4. Reksadana campuran adalah gabungan dari reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham sehingga lebih cocok untuk digunakan untuk tujuan jangka menengah-panjang (3-5 tahun).

Tahukah Anda kelebihan dari reksadana? Kelebihannya selain dapat diinvestasikan dalam jumlah uang yang tidak besar (100-200 ribu rupiah), mudah dibeli karena beberapa Manajer Investasi dan agen penjual reksadana sudah menyediakan fasilitas pembelian online (seperti toko online aja ya bisa beli secara online), dikelola oleh profesional yang memang memiliki kompetensi (Wakil Manajer Investasi), dan juga memiliki return yang cukup menarik bahkan dapat melebihi laju inflasi jika dapat memilih produk yang tepat.